Lima Tahun Berdampak di Sektor Kakao: Anak Terlindungi, Perempuan Berdaya

oleh -1.171 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Di balik kebun-kebun kakao di Luwu Timur, tersimpan sebuah dedikasi panjang selama lima tahun untuk memastikan masa depan yang lebih cerah, anak-anak terlindungi dan perempuan semakin berdaya.

Hari ini, bertempat di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (24/02/2026), Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang diwakili Sekretaris Daerah, Dr. Ramadhan Pirade, bersama Save the Children Indonesia (StC) resmi menutup rangkaian Program Perlindungan Anak di Rantai Pasok Kakao dan Program GrowHer Kakao.

Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis sejak tahun 2021 antara StC Indonesia dan PT Mars Wrigley, dengan dukungan implementasi lapangan oleh Sulawesi Cipta Forum.

Kemudian, pada aspek perlindungan anak, program tersebut di Rantai Pasok Kakao berhasil membentuk 51 kelompok PATBM yang tersebar di tujuh kecamatan yang hadir sebagai garda terdepan di tingkat desa dalam mencegah dan menangani kekerasan serta praktik berbahaya terhadap anak, yang memiliki payung hukum tetap melalui Peraturan Desa.

Dalam sambutannya, Sekda Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa kolaborasi lima tahun tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun masa depan daerah.

“Keberhasilan puluhan PATBM dan kelompok usaha perempuan yang telah terbentuk bukan sekedar akhir dari sebuah program, melainkan standar baru dalam membangun kemandirian desa,” ungkap Ramadhan.

Masa depan Luwu Timur, lanjut Ramadhan, bergantung pada seberapa kuat kita melindungi anak-anak dan memberdayakan perempuan.

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk melanjutkan semangat yang telah ditanamkan melalui proyek ini. Ketika perempuan berdaya, petani semakin sejahtera. Ketika petani sejahtera, maka desa menjadi kuat. Dan ketika desa kuat, maka daerah akan semakin maju dan mandiri,” jelasnya.

Sementara Senior Manager Agriculture Portfolio Lead StC Indonesia, Ihwana Mustafa mengungkapkan, kehadiran PATBM membawa dampak signifikan di tengah masyarakat.

“PATBM di Luwu Timur bukan hanya menjadi napas baru dalam pencegahan dan penanganan kasus kekerasan pada anak, tetapi juga bukti komitmen dalam memenuhi hak dasar anak. PATBM berhasil membantu penerbitan lebih dari 3.500 Kartu Identitas Anak (KIA), memastikan tidak ada anak yang tertinggal di rantai pasok ini,” tutur Ihwana.

Lanjut Ihwana, dari sisi pemberdayaan perempuan, Program GrowHer Kakao mendorong kemandirian finansial melalui pembentukan 93 Kelompok Simpan Pinjam Desa atau Village Saving and Loan Association (VSLA) di 28 desa, dengan total akumulasi dana simpanan mencapai lebih dari Rp6 miliar.

“Sebanyak 446 warga, yang hampir seluruhnya perempuan, kini tergabung dalam 31 kelompok usaha produktif. Mereka telah membukukan total bagi hasil lebih dari Rp20 juta. Seluruh kelompok minimal telah mengantongi NIB, bahkan sebagian besar telah melengkapi legalitas dengan sertifikasi PIRT, PSAT, hingga sertifikat halal,” pungkas Ihwana.

Momentum penutupan ini menjadi tonggak estafet bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Luwu Timur untuk terus merawat benih-benih perlindungan, kesetaraan, dan kemandirian yang telah tumbuh subur selama lima tahun terakhir yang membawa perubahan nyata bagi masyarakat, baik dalam perlindungan anak maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Turut hadir, Asisten Pemerintahan dan Kesra, kepala OPD lintas sektor, Pimpinan PT. Mars, camat, kepala desa, TP PKK Kabupaten, Forum PATBM, hingga para “champion” program yang selama ini menjadi motor penggerak di desa-desa. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *