Pemkab Lutim Gelar HLM TPID, Bahas Stabilitas Harga dan Pasokan untuk Tekan Inflasi

oleh -240 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati, Senin (16/03/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade.

Dalam arahannya, Ramadhan Pirade menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, dan mengendalikan inflasi daerah.

“Melalui rapat ini, kita ingin memastikan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Ramadhan Pirade.

Usai membuka rapat, Pj. Sekda Lutim memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder untuk memaparkan kondisi lapangan sesuai bidang masing-masing.

Kepala Dinas Koperindag UKMP, Senfry Oktavianus, menyampaikan bahwa untuk harga kebutuhan pokok di minggu ketiga bulan Maret terpantau stabil dan pasokan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Telur ayam ras, cabe, tomat, bawang merah, dan ikan bandeng ini tercatat mengalami kenaikan. Beberapa faktor seperti mahalnya pakan ayam, faktor cuaca ekstrem serta tingginya permintaan menjelang hari besar keagamaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa, adapun upaya yang telah dilakukan yakni memantau pergerakan harga, melakukan operasi pasar murah Ramadhan, melakukan pengawasan obat dan makanan yang sudah kedaluwarsa.

Senfry mengatakan, untuk pengawasan distribusi gas LPJ, sebanyak 300ribu setiap bulan tabung gas yang masuk di Luwu Timur dari 6 agen dan disebarkan ke 750 pangkalan di Kabupaten Luwu Timur. Namun, ada beberapa temuan dari Dishub yakni gas LPJ tersebut dibawa ke luar wilayah Luwu Timur, agar menjadi rujukan untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, pada rapat tersebut juga memaparkan kondisi ketersediaan komoditas dari sektor pertanian, perikanan, serta kesiapan pengamanan arus transportasi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Dinas Pertanian, menyampaikan bahwa, ada sebelas komoditas yang dipantau, sebagian masih dalam kondisi aman seperti beras 193 hari kedepan masih surplus, jagung 163 hari masih surplus. Namun, untuk cabe rawit kebutuhan di Luwu Timur sekitar 108 ton, dan hanya bisa bertahan 7 hari ke depan, kalau mengandalkan pasokan lokal tidak akan cukup sehingga diambil dari daerah lain.

Sedangkan Dinas Perikanan, menyampaikan bahwa dari sisi harga komoditas, ada beberapa mengalami penurunan seperti ikan nila dan ikan bandeng. Sedangkan ikan laut yang mengalami kenaikan seperti ikan kembung, ikan tongkol. Kebutuhan ikan bagi masyarakat Luwu Timur sekitar 1.307 ton, ketersediaan stok 1.434 ton sehingga masih surplus sekitar 127 ton.

Sementara itu, Dinas Perhubungan, menyampaikan bahwa ada lima pos pengamanan yakni di Kecamatan Burau, Tarengge, Kecamatan Tomoni, Kecamatan Malili dan Kecamatan Nuha. Kemudian pengamanan akan terus berlanjut setelah lebaran.

Melalui rapat ini, Pemkab Luwu Timur berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan menekan laju inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

Turut hadir unsur Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD, Pimpinan Instansi Vertikal, Perbankan, para Camat, dan peserta lainnya. (nor/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *