Camat Tomoni Timur Tekankan Peran Strategis Pemuda di Paskah PPGT Rayon 4

oleh -1.891 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Rayon 4 yang meliputi Klasis Kalaena, Malili, dan Wotu menggelar perayaan Paskah di Gereja Toraja Jemaat Baku, Desa Pattengko, Kecamatan Tomoni Timur, Sabtu (25/04/26).

Kegiatan ini dihadiri Camat Tomoni Timur, Yulius, pengurus pusat PPGT, Badan Pekerja Klasis (BPK) Kalaena, Badan Verifikasi Klasis (BVK), pengurus PPGT dari tiga klasis, para pendeta, serta ratusan pemuda gereja.

Sejak pagi, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai permainan bernuansa rohani yang melibatkan peserta lintas klasis. Salah satu yang menarik perhatian adalah lomba sambung lirik lagu rohani dari Kidung Jemaat yang diikuti 15 kelompok. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembinaan bagi pemuda gereja.

Dalam sambutannya, Camat Tomoni Timur yang mewakili Pemerintah daerah menekankan pentingnya peran strategis pemuda Gereja Toraja dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di tengah derasnya arus teknologi informasi.

Menurutnya, pemuda gereja perlu tetap berakar pada iman dan nilai-nilai kekristenan sebagai fondasi dalam beraktivitas di ruang digital. “Nilai dan integritas harus menjadi kompas, agar pemanfaatan teknologi tidak menggerus karakter,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi digital sebagai kebutuhan dasar. Pemuda, kata dia, dituntut mampu menyaring informasi, memahami keamanan digital, serta menggunakan media sosial secara produktif.

Selain itu, ia mendorong pemuda untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi bertransformasi menjadi kreator konten yang positif, baik dalam bentuk konten rohani, edukasi, maupun inovasi digital sederhana.

Lebih jauh, pemuda gereja diharapkan hadir sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat, termasuk melalui inisiatif gerakan sosial berbasis digital, peningkatan literasi teknologi, serta keterlibatan dalam isu lingkungan, pendidikan, dan kemanusiaan.

Yulius juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial, seperti menghindari penyebaran ujaran kebencian dan menjaga kesantunan dalam komunikasi publik. “Pemuda gereja harus menjadi teladan dalam ruang digital,” tegasnya.

Dalam konteks pembangunan, pemuda gereja didorong untuk memperkuat kolaborasi dan jejaring, baik antarorganisasi pemuda, lintas agama, maupun dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain penguasaan teknologi, penguatan soft skill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen waktu juga dinilai penting agar pemuda tidak terjebak dalam dampak negatif penggunaan teknologi.

Ia menambahkan, pemuda juga perlu memiliki ketahanan mental dalam menghadapi derasnya arus informasi yang berpotensi memicu tekanan psikologis. Keseimbangan antara kehidupan digital dan nyata, serta penguatan spiritual, menjadi kunci.

Dalam kesempatan itu, Camat Tomtim juga menyinggung motto PPGT, “Kader Siap Utus”, ia berpesan agar slogan tersebut tidak berhenti sebagai jargon, tetapi diwujudkan melalui peningkatan kualitas, baik secara organisasi maupun personal.

“Untuk menjadi Kader Siap Utus, PPGT harus mampu meng-upgrade diri serta meningkatkan skill dan kompetensi, sehingga mampu bersaing di dunia luar, bukan hanya di internal organisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemuda gereja harus mampu menjadi mitra pemerintah yang kritis dan konstruktif, sekaligus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan daerah. (ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *