Bimtek DPK Luwu Timur Dorong Pengelolaan Perpustakaan Sesuai SNP

oleh -445 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Luwu Timur melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengelola perpustakaan tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026, bertempat di Hotel New Harapan Palopo, dan diikuti oleh para pengelola perpustakaan sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Luwu Timur. Pelaksanaan bimtek ini turut bekerja sama dengan Yayasan Paham Inovasi Mandiri (Paham Institute).

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar Thahir. Dalam sambutannya, Askar menyampaikan bahwa perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan budaya literasi di lingkungan sekolah.

“Perpustakaan sekolah harus mampu bertransformasi menjadi pusat literasi yang aktif dan inovatif. Pengelola perpustakaan dituntut memiliki kemampuan dalam penataan koleksi, pelayanan perpustakaan, administrasi, hingga pemanfaatan teknologi informasi,” ujarnya.

Askar juga menekankan bahwa pengelolaan perpustakaan tidak hanya sebatas penyediaan buku, melainkan bagaimana perpustakaan dapat menjadi pusat belajar, pusat informasi, serta ruang yang nyaman dan menarik bagi peserta didik.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur, Muhammad Syukri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman para pengelola perpustakaan sekolah agar mampu mengelola perpustakaan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Selain meningkatkan kompetensi, bimtek ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman serta memperkuat jejaring antar pengelola perpustakaan sekolah,” jelasnya.

Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi pengelolaan administrasi perpustakaan, pengolahan bahan pustaka, layanan perpustakaan, penataan ruang, pengembangan koleksi, hingga strategi peningkatan minat baca di lingkungan sekolah. Peserta juga mendapatkan pemahaman terkait akreditasi perpustakaan sekolah serta penerapan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kegiatan berlangsung dengan suasana antusias dan interaktif. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab bersama narasumber yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Nasrullah, Dandi Darmadi, serta Nurnaningsih.

Di akhir kegiatan, panitia berharap seluruh materi dan pengetahuan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata di masing-masing sekolah, sehingga perpustakaan semakin berkembang, tertata, dan menjadi pusat pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa dan guru. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *