Momentum Harkitnas ke 118, Pemkab Luwu Timur Dorong Kebangkitan Generasi Penerus

oleh -2.561 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” di Halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Malili, Rabu (20/05/2026).

Upacara tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Askar, dan diikuti para Pejabat Eselon II, III, IV, pejabat fungsional, serta staf Aparatur Sipil Negara (ASN), baik PNS maupun PPPK di lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan penghargaan atas jasa para tokoh perintis bangsa.

Semangat tersebut diharapkan mampu mendorong kebangkitan kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman, memperkuat gotong royong, serta membangun masa depan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Selain meneguhkan komitmen terhadap cita-cita nasional, momentum Harkitnas juga dinilai penting dalam menumbuhkan optimisme dan inovasi, khususnya di kalangan generasi muda sebagai motor pembangunan dan pewaris nilai-nilai kebangsaan.

Membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, Askar menyampaikan bahwa Kebangkitan Nasional merupakan proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yakni menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa.

“Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital,” ujar Askar saat membacakan sambutan Menteri.

Ia menambahkan, tema peringatan Harkitnas tahun ini sejalan dengan filosofi identitas peringatan yang merepresentasikan semangat menjaga Ibu Pertiwi oleh seluruh elemen bangsa untuk bergerak maju bersama melalui perlindungan para tunas bangsa.

Menurutnya, tema tersebut juga menegaskan pentingnya kemandirian sebagai negara yang berdaulat. Sebagaimana amanat para pendiri bangsa, kemajuan sebuah negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama. Kebangkitan Nasional adalah milik kita semua; bermula dari kesadaran individu yang terakumulasi secara kolektif, dan berujung pada kejayaan bangsa di kancah dunia,” tutup Askar. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *