Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Semarak peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur semakin terasa dengan suksesnya pelaksanaan lomba balap perahu naga yang berlangsung di Sungai Malili.
Setelah menyajikan persaingan sengit selama tiga hari, sejak 31 Mei hingga 2 Juni 2026, ajang olahraga tradisional tersebut resmi ditutup, Selasa (2/6/2026).
Sebanyak 11 tim yang mewakili kecamatan di Kabupaten Luwu Timur dan 8 peserta umum, ambil bagian dalam perlombaan yang menjadi salah satu rangkaian utama perayaan hari jadi daerah tersebut.

Ratusan warga yang memadati bantaran Sungai Malili tampak antusias menyaksikan para peserta beradu kecepatan dan kekompakan mendayung hingga garis finis.
Penutupan kegiatan dilakukan oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Drs. Askar. Momen penutupan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para juara yang berhasil menunjukkan performa terbaik sepanjang kompetisi.
Dalam perlombaan yang berlangsung penuh keseruan itu, Tim PPS27 dari Kecamatan Malili berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp15 juta. Posisi kedua diraih Tim Anak Nakal dari Kecamatan Burau yang memperoleh hadiah Rp10 juta. Sementara juara ketiga bersama ditempati oleh Tim Granat dan Tim Orion dari Kecamatan Malili dengan masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp7 juta.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP., mengungkapkan bahwa para pemenang juga akan mendapatkan tambahan apresiasi dari Bupati Luwu Timur.

“Selain uang pembinaan yang telah disiapkan panitia, bapak Bupati Luwu Timur memberikan tambahan masing-masing Rp5 juta untuk juara 1 dan 2, sementara untuk juara 3 bersama masing-masing 2 juta. Ini sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan prestasi yang telah ditunjukkan para peserta,” beber Safaat.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Drs. Askar, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga berjalan aman, lancar, dan sukses.
“Balap perahu naga ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, melestarikan olahraga tradisional, serta memperkuat kebersamaan masyarakat Luwu Timur dalam memeriahkan hari jadi daerah yang kita cintai,” ungkap Askar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan kunjungan masyarakat dari berbagai daerah.
Dengan berakhirnya perlombaan ini, rangkaian kemeriahan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur kembali meninggalkan kesan positif bagi masyarakat. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan para atlet dayung tradisional, balap perahu naga di Sungai Malili juga menjadi simbol semangat kebersamaan dan kekompakan yang terus tumbuh di Bumi Batara Guru. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)








