DWP Lutim Gelar Pengajian, Ajak Anggota Memulai Hijrah dari Hati

oleh -424 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id- Pengajian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Luwu Timur kali ini mengajak seluruh anggotanya untuk merenungkan makna hijrah yang sesungguhnya. Bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi perubahan hati dan perilaku menuju pribadi yang lebih baik sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut mengemuka dalam Pengajian DWP Kabupaten Luwu Timur yang mengusung tema “Hijrah Menjadi Pribadi Lebih Baik, Harus Mulai Dari Mana?”, bertempat di Masjid Amirul Mu’minin Kantor DPRD Luwu Timur, Selasa (30/06/2026).

DWP mengaji merupakan program kerja Bidang Sosial Budaya, yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, ketaqwaan serta silaturrahim antar anggota DWP se-Kabupaten Luwu Timur

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DWP Kabupaten Luwu Timur, Ny. Hj. Herni Ramadhan didampingi Sekretaris DWP Luwu Timur, Fifi Asfiah Andi Reza, Penceramah Hj. Prima Eyza Purnama, Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Kabupaten Luwu Timur, Andi Besse Panangngareng, serta para pengurus DWP se-Kabupaten Luwu Timur.

Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Luwu Timur, Ny. Hj. Herni Ramadhan, berharap kegiatan pengajian rutin ini menjadi wadah untuk menambah ilmu agama sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Dharma Wanita Persatuan.

“Saya berharap, semoga kita semua semakin termotivasi untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan keluarga, organisasi, maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Kabupaten Luwu Timur, Andi Besse Panangngareng, menjelaskan bahwa DWP Mengaji merupakan salah satu program kerja Bidang Sosial Budaya yang dilaksanakan secara rutin sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antaranggota Dharma Wanita Persatuan.

Dalam tausiyahnya, Hj. Prima Eyza Purnama menjelaskan bahwa hijrah sejati berawal dari hati. Menurutnya, perubahan menuju pribadi yang lebih baik harus dimulai dengan memperbaiki hati dan jiwa agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.

“Jadi jika bertanya harus mulai dari mana, maka jawabannya adalah harus dimulai dari hati untuk menuju pribadi yang lebih baik, agar senantiasa bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa terdapat empat hal yang dapat merusak hati seseorang, yakni lemahnya hubungan dengan Allah SWT, lemahnya interaksi dengan Al-Qur’an, kurangnya berzikir, serta rusaknya hubungan dengan sesama manusia. Keempat hal tersebut dapat membuat hati menjadi gersang dan jauh dari nilai-nilai kebaikan. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *