Harumkan Nama Lutim, Marching Band Ponpes Nurul Junaidiyah Lauwo Juara Umum di MIMFEST 2026

oleh -3.818 views

‎‎Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Kabupaten Luwu Timur kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Grup marching band kebanggaan Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Junaidiyah Lauwo, Kecamatan Burau, Gema Nada Nurul Junaidiyah Lauwo, sukses menyabet predikat Juara Umum pada ajang bergengsi Makassar International Marching Fest 2026 (MIMFEST 2026).

‎Kompetisi tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar ini berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juli 2026.

‎Tampil memukau di hadapan dewan juri, tim asal Luwu Timur ini berhasil mendominasi berbagai kategori utama, dengan rincian perolehan sebagai berikut: Juara 1 “Street Parade”, Juara 1 “Brass Ensemble”, Juara 1 “Marching Concert Creative”, dan Juara 2 “Marching Show”.

‎Di bawah asuhan pelatih Dr. Rusandi, tim Gema Nada Nurul Junaidiyah Lauwo sukses mencuri perhatian juri sejak hari pertama kompetisi.

Rusandi mengaku sangat bangga sekaligus terharu atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh anak-anak asuhannya.

‎”Ini bukan sekadar lambang kemenangan, melainkan bukti nyata dari kerja keras, tetesan keringat, dan disiplin tinggi yang telah didedikasikan oleh tim,” ujar Rusandi penuh emosional.

‎Meski berhasil membawa pulang trofi Juara Umum, Rusandi mengingatkan timnya untuk tidak cepat berpuas diri.

Ia berharap capaian ini menjadi stimulus untuk terus mengasah kemampuan ke tingkat yang lebih tinggi.



‎”Saya berharap kemenangan hari ini menjadi batu loncatan untuk meraih panggung yang lebih tinggi. Tetap membumi dan jaga kekompakan,” pesannya.

‎Lebih lanjut, Rusandi mewakili tim Marching Band berterima kasih kepada pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah memfasilitasi mulai dari seragam hingga transportasi.

‎”Mewakili seluruh jajaran manajemen dan pembina, saya berterima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah atas seluruh bantuan yang diberikan mulai dari seragam hingga bus sebagai sarana transportasi selama kegiatan,” ungkapnya.

‎Senada dengan sang pelatih, salah satu personel marching band, Fasriel mengungkapkan bahwa, kedisiplinan ketat selama masa latihan kini terbayar lunas.

Siswa kelas XII ini menyebut modal utama mereka bukan sekadar teknik mumpuni, melainkan kekompakan.

‎”Kemenangan ini bukan karena tiupan alat atau ketukan perkusi yang bagus, tapi karena semuanya dimainkan dengan hati yang tulus dan saling percaya,” tutur Fasriel bangga.

‎Sebagai informasi, MIMFEST 2026 merupakan ajang kompetisi, ruang kreativitas, sekaligus wadah pertukaran budaya bagi para pelaku marching band.

Tahun ini, MIMFEST mempertandingkan 14 kategori lomba mulai dari Street Parade, Field Show, Wind Ensemble, Color Guard, Drum Battle, hingga Individual Percussion, yang dibagi ke dalam tiga kelas kompetisi: Junior, Senior, dan Open. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *