Di Batam, Wabup Puspawati Tekankan Peran Diaspora Luwu Raya Bangun Daerah Perantauan

oleh -2.175 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menghadiri pelantikan pengurus Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu Raya (BPW KKLR) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan BPD KKLR Kota Batam di Ballroom D Golden Prawn, Bengkong, Batam, Jumat (24/7/2026).

Kehadiran Wakil Bupati di tanah Melayu membawa pesan moral yang kuat bagi para perantau diaspora Luwu Raya, sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap semangat persaudaraan dan pelestarian budaya yang mewarnai pelantikan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hj. Puspawati Husler memusatkan perhatiannya pada pentingnya etika dan sumbangsih perantau bagi daerah yang dipijak.

Ia mengingatkan seluruh warga KKLR agar senantiasa menjaga nama baik dan kehormatan para leluhur.

“Sebagai warga diaspora, kita wajib menjaga nama baik daerah asal. Tidak kalah penting, seluruh warga Luwu Raya harus aktif memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah tempat mereka menetap saat ini,” pesan Wakil Bupati Luwu Timur.

Pesan dan kehadiran Wakil Bupati Luwu Timur tersebut disambut dengan tangan terbuka oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, yang hadir didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar, meyakinkan bahwa warga diaspora Bugis-Luwu berada di rumah yang tepat.

“Walaupun kita heterogen, seluruh suku bisa hidup rukun, termasuk masyarakat Bugis. Payung budaya adalah rumah besar kita. Kepri juga menjadi salah satu provinsi dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia,” ujar Gubernur Ansar Ahmad, yang turut mengajak warga Luwu Raya bersinergi membangun Kepri.

Acara pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP KKLR, H. Arsyad Kasmar. Prosesi ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada Capt. Eko Santosa yang didaulat sebagai Ketua BPW-KKLR Kepri, beserta jajaran pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Kepri.

Arsyad Kasmar menegaskan kembali visi organisasi sebagai perekat persaudaraan dan penjaga nilai budaya warisan leluhur di perantauan.

Menerima tongkat estafet kepemimpinan, Capt. Eko Santosa memberikan gambaran kepada Wakil Bupati Luwu Timur dan para tamu undangan mengenai kuatnya akar sejarah masyarakat Bugis di Kepri.

Menurut Eko, kehadiran masyarakat Bugis telah menjadi bagian integral dari sejarah Kepri sejak abad ke-17. Melalui aktivitas pelayaran dan perdagangan, leluhur Bugis turut berkontribusi dalam perjalanan sejarah Kesultanan Johor-Riau-Lingga.

Saat ini, warga KKLR terus melanjutkan kiprah tersebut. Mereka tersebar luas di berbagai daerah seperti Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, hingga Natuna, dan memegang peranan penting di berbagai sektor strategis, mulai dari kemaritiman, perdagangan, perikanan, hingga dunia usaha. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *