Hadiri Seminar Nasional KDKMP, Wabup Puspawati Dukung Koperasi sebagai Infrastruktur Ekonomi Desa

oleh -3.713 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (04/08/2026).

Puspawati menilai forum tersebut penting untuk menyelaraskan persepsi pemerintah pusat dan daerah terkait arah pengembangan KDKMP, terutama dalam memperkuat posisi koperasi sebagai infrastruktur ekonomi yang mampu menggerakkan rantai usaha masyarakat desa.

“KDKMP harus membangun ekosistem ekonomi desa, mendukung produksi, menyerap hasil masyarakat, membuka akses pasar, hingga memastikan nilai tambahnya kembali kepada masyarakat,” ujar Puspawati.

Seminar tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto; Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan; Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn.) Didit Herdiawan; Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya; Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kepala daerah se-Sulawesi Selatan; serta perwakilan 10 asosiasi desa.

Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar “supermarket” di desa, melainkan infrastruktur ekonomi yang membuka akses desa terhadap permodalan, pusat produksi hingga pemerintah.

“Desa punya akses terhadap modal, desa punya akses yang cepat terhadap pusat-pusat produksi, desa punya akses terhadap pemerintahan. Sebaliknya, pemerintah punya infrastruktur untuk menjalankan kebijakan pemerintah, misalnya bantuan-bantuan sosial dan barang-barang subsidi,” terang Zulkifli Hasan.

Menurut Puspawati, konsep tersebut mendukung Program Pandu Juara yang menjadi program unggulan di Era Ibas Puspa dan menjadi peluang bagi Luwu Timur yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, perikanan hingga UMKM.

“Kita punya petani, nelayan, UMKM dan berbagai komoditas unggulan. Ketika seluruh potensi ini terhubung melalui koperasi dengan pasar dan program pemerintah, maka KDKMP benar-benar dapat menjadi motor yang menggerakkan ekonomi dari desa,” jelasnya.

Forum yang untuk kedua kalinya digelar setelah sebelumnya berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang kolaborasi untuk menyerap aspirasi serta melahirkan gagasan, rekomendasi dan komitmen bersama dalam memperkuat KDKMP.

Selain menggerakkan ekonomi desa, KDKMP juga diarahkan mendukung agenda swasembada pangan nasional dengan memperkuat rantai pasok hasil pertanian dan perikanan, sekaligus mendekatkan berbagai layanan kepada masyarakat, termasuk layanan perbankan.

“Muara akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Potensi desa bergerak, hasil produksi terserap, akses pasar terbuka dan manfaat ekonominya kembali kepada masyarakat,” pungkas Puspawati. (han/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *