Drama Penalti Warnai Final Piala Kemerdekaan Malili, Balantang Tampil sebagai Juara

oleh -3.762 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Turnamen sepak bola Piala Kemerdekaan antar desa se-Kecamatan Malili yang digelar di Lapangan Birawa, Desa Balantang, resmi berakhir, Ahad (16/8/2026).

Ajang yang berlangsung sejak 31 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81.

Penutupan turnamen secara resmi dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Malili, H. Hasimning, Ketua KONI Luwu Timur, Herawan, Babinsa, Kapolsek Malili, sejumlah kepala desa, serta ratusan masyarakat Malili.

Sebelum menutup turnamen, Muhammad Safaat DP bersama para tamu undangan terlebih dahulu menyaksikan laga final yang mempertemukan Desa Balantang melawan Lakawali Pantai.

Pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim tampil ngotot hingga pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1. Penentuan juara pun harus dilakukan melalui drama adu penalti.

Dalam adu tos-tosan tersebut, dua eksekutor Lakawali Pantai gagal menjalankan tugasnya, sementara dari kubu Balantang hanya satu penendang yang gagal.

Hasil akhir 3-2 untuk Balantang memastikan Desa Balantang keluar sebagai Champions Piala Kemerdekaan antar desa se-Kecamatan Malili Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Muhammad Safaat DP menyampaikan bahwa, turnamen ini bukan sekadar ajang pertandingan sepak bola, tetapi telah menjadi ruang silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

“Di lapangan, setiap tim berjuang untuk memenangkan pertandingan. Tetapi di luar lapangan, kita semua adalah satu keluarga besar, satu masyarakat, dan satu bagian dari Kabupaten Luwu Timur,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa sepak bola tidak hanya berbicara tentang menang atau kalah. Menurutnya, olahraga tersebut mengajarkan banyak nilai penting, seperti kerja sama, disiplin, kekompakan, keberanian, tanggung jawab, dan sportivitas.

“Turnamen sepak bola seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata bagaimana kita mengisi kemerdekaan. Saya berharap dari Lapangan Birawa ini lahir pemain-pemain muda berbakat yang kelak dapat memperkuat klub, menjadi atlet profesional, bahkan membawa nama Luwu Timur ke tingkat provinsi dan nasional,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Muhammad Safaat DP menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan turnamen.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat, melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola yang berkualitas, dan semakin mempererat persaudaraan masyarakat Desa Balantang dan seluruh masyarakat Luwu Timur,” pungkas Kadis Parmudora.

Berikut daftar Juaranya :

Juara 1 : Desa Balantang

Juara 2 : Desa Lakawali Pantai

Juara 3 Bersama : Desa Manurung dan Laskap.

(rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *