Cegah Stunting Sejak Dini, Dinas PPKB Lutim Gerakkan Dashat di 53 Desa

oleh -3.682 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Luwu Timur kembali melakukan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dengan menyasar 53 desa lokus stunting.

Kegiatan yang diawali pada Selasa, 1 September 2026 tersebut menyasar tujuh desa lokus yang terdapat di tiga kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Malili, Wasuponda, dan Nuha.

Kegiatan Dashat merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat dipadukan dengan sumber daya maupun kontribusi dari mitra lainnya.

Kegiatan Dashat yang direncanakan berlangsung selama enam hari tersebut akan menyasar 53 desa lokus yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Sesuai arahan Kepala Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur, Amrullah, S.Pd., MM, sebelum menyasar desa lokus, kegiatan tersebut hendaknya dilakukan secara optimal dan menyasar sasaran yang menjadi konsen kegiatan Dashat.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur, Andi Tulleng, SKM., M.Kes., mengatakan Dashat merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam pencegahan stunting.

Menurut Andi Tulleng, masalah stunting hendaknya dicegah sedini mungkin, sejak ibu hamil sampai anak berusia dua tahun atau baduta.

“Di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) ini perlu penanganan dan perhatian yang serius, terutama tentang pola makan yang menekankan pada pemenuhan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh,” ujar Andi Tulleng dalam penyuluhan bersama tim yang turun di desa lokus.

Ia menjelaskan, selain pola makan, pola asuh juga perlu dilakukan oleh ibu, baik pada waktu hamil, menyusui maupun pada anak umur dua tahun.

“Untuk penanganan masalah stunting juga tetap memperhatikan tentang lingkungan yang bersih,” katanya.

Andi menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara komprehensif dan sedini mungkin dengan memperhatikan tiga hal penting, yakni pola makan, pola asuh dan lingkungan yang bersih.

Secara teknis, kegiatan Dashat melakukan simulasi atau praktik mengolah bahan makanan lokal yang terdapat di daerah sasaran untuk dibuatkan menu makanan sesuai kebutuhan asupan gizi bagi sasaran yang ada.

Konsep kegiatan Dashat menyasar tiga sasaran utama di masyarakat dalam implementasinya, yakni ibu hamil (Bumil), ibu menyusui (Busui), serta baduta (bayi dua tahun).

Selain praktik pengolahan makanan, kegiatan Dashat juga diisi dengan penyuluhan yang disampaikan langsung oleh Andi Tulleng bersama tim.

Kegiatan Dashat yang dilakukan Dinas PPKB Kabupaten Luwu Timur saat ini sudah terlaksana pada putaran kedua, dengan melibatkan masyarakat umum yang menjadi sasaran, bidan desa, kader Dashat, serta PKB/PLKB yang ada di Kabupaten Luwu Timur. (rhj/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *