Tak Ingin Ada Lagi Siswa Belajar di Lantai, Bupati Irwan Percepat Pendataan Kerusakan Sekolah

oleh -570 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk segera menginput data kondisi sarana dan prasarana secara real-time ke dalam aplikasi One Data Dikbud Luwu Timur. Langkah ini diambil untuk memetakan dan memprioritaskan perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan.

‎Instruksi tersebut disampaikan Irwan saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dewan Pendidikan, serta seluruh Kepala Sekolah Negeri tingkat PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur, di Aula Disdikbud, Rabu (2/9/2026).

Irwan juga menyoroti masih ditemukannya fasilitas belajar yang memprihatinkan di sejumlah kecamatan, termasuk adanya siswa yang terpaksa belajar di lantai.

‎”Kondisi ini perlu ditindaklanjuti melalui penginputan data secara nyata pada aplikasi One Data Dikbud Luwu Timur. Data tersebut membantu pemerintah mengklasifikasikan tingkat kerusakan baik ringan, sedang, maupun berat. Sehingga program perbaikan dengan dapat dilakukan secara tepat sasaran,” ujar Irwan.

Merespons arahan tersebut, salah seorang kepala sekolah dari SMP Negeri 1 Malili, Agustati menyampaikan bahwa, kondisi bangunan dan ruang kelas di sekolahnya telah diunggah ke sistem One Data Dikbud agar dapat segera diverifikasi.

‎”Bangunan sekolah kami sudah tua, Pak. Kami sangat berharap ada tindak lanjut berupa revitalisasi atau renovasi berdasarkan data dan bukti lapangan yang telah kami unggah di One Data Dikbud,” ujarnya.

‎Selain masalah infrastruktur, Irwan juga menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam mengidentifikasi serta mencegah kasus perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.

‎Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pendidikan Luwu Timur, Herdinang, mendukung langkah pemda dan menyarankan agar penanganan narkoba dilakukan secara kolaboratif.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polres Luwu Timur dan PT Vale Indonesia Tbk untuk memperkuat sinergi pencegahan di sekolah.

Herdinang juga berharap APBD 2027 dapat mengalokasikan anggaran memadai untuk penambahan ruang kelas, toilet, UKS, perpustakaan, dan laboratorium.

‎Sementara itu, Kepala Disdikbud Luwu Timur, Raoda K., mengonfirmasi bahwa pihak dinas telah mendata sejumlah sekolah yang membutuhkan revitalisasi bangunan sebagai tindak lanjut atas masukan para kepala sekolah.

‎Rakor ini turut dihadiri oleh Koordinator Pengawas Sekolah, Hamsidin, Tim Ahli RPJMD Afrianto, Sekretaris Disdikbud, Darmawan, serta jajaran pengurus Dewan Pendidikan Luwu Timur. (fir/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *