Bupati Irwan Ajak Pelajar Biasakan Subuh Berjamaah, Guru dan Orang Tua Diminta Terlibat

oleh -117 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id- Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mendorong generasi muda menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membangun kebiasaan positif sejak usia dini melalui program Pejuang Subuh.

Program tersebut merupakan inisiasi dari Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melalui pelaksanaan shalat Subuh berjamaah bersama para pelajar, guru, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Besar At Taqwa, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Sabtu (12/09/2026).

Dalam kesempatan ini, Bupati Irwan menyampaikan bahwa program Pejuang Subuh bukan sekedar mendorong anak-anak untuk melakukan shalat berjamaah tetapi menjadi sarana membangun kedisiplinan, pendidikan karakter, serta kedekatan generasi muda dengan masjid.

“Kita bersama-sama hadir di masjid ini dalam rangka melaksanakan salah satu program atau yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah yaitu program pejuang subuh bagi anak-anak kita, baik itu SD maupun SMP,” ujar Bupati.

Menurutnya, waktu subuh dipilih karena menjadi salah satu waktu yang cukup menantang bagi anak-anak untuk membangun kebiasaan bangun pagi dan beribadah.

Irwan juga mendorong agar pelaksanaan program Pejuang Subuh tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama antara guru, orang tua, tokoh agama, pengurus masjid dan masyarakat.

“Jangan hanya anak-anak kita yang diminta untuk pergi ke masjid, tetapi guru-gurunya juga harus hadir untuk mendampingi, serta orang tua juga harus turut mengambil peran,” pintanya.

Bupati Irwan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama seluruh kepala sekolah melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program, termasuk kendala yang dihadapi pelajar seperti jarak tempat tinggal dengan masjid.

Ia menekankan agar persoalan jarak tersebut dapat dipetakan secara jelas sehingga pemerintah dan pihak sekolah dapat mencari solusi yang tepat, termasuk menentukan masjid yang paling dekat dan mudah dijangkau oleh para pelajar.

“Kalau memang rumah anak jauh dari masjid, kita harus tahu jaraknya dan kita carikan solusi. Jangan sampai hanya karena persoalan teknis, anak-anak kita akhirnya tidak bisa mengikuti program ini,” tuturnya.

Bupati juga mengusulkan adanya kegiatan Pejuang Subuh bersama secara berkala di wilayah masing-masing kecamatan. Para pelajar dari sejumlah sekolah dapat dikumpulkan di satu masjid dalam satu kecamatan untuk melaksanakan shalat Subuh berjamaah sekaligus mempererat kebersamaan.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Luwu Timur ini menegaskan bahwa pembiasaan yang dilakukan sejak usia sekolah akan memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter generasi muda Luwu Timur.

“Kalau kebiasaan baik ini kita bangun sejak sekarang, Insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang lebih disiplin dan memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat,” pungkas Irwan.

Sebelumnya, Program Pejuang Subuh telah dilaunching secara resmi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, pada 8 Februari 2026, bertepatan dengan momentum MTQ di Lapangan Batara Guru, Kecamatan Tomoni Timur. (nor/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *