STBM Luwu Timur Dinilai Berjalan Nyata, Kemenkes : Kesiapannya Luar Biasa

oleh -119 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Kesiapan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mengikuti verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Kategori Madya Tahun 2026 mendapat apresiasi dari Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Hal tersebut disampaikan Tim Kemenkes saat melakukan kunjungan sekaligus verifikasi lapangan STBM Award 2026 di Kabupaten Luwu Timur, Tim diterima langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam di Rumah Jabatan Camat Nuha, Jumat (25/9/2026).

Melalui kesempatan itu, Bupati Irwan menyambut baik pelaksanaan verifikasi tersebut. Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah daerah dalam mendorong penerapan sanitasi berbasis masyarakat, termasuk penguatan peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan.

“Bagi kami, STBM bukan hanya tentang mengikuti penilaian, tetapi bagaimana sanitasi dan perilaku hidup bersih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Karena itu, apa yang sudah berjalan akan terus kami perkuat melalui kolaborasi bersama seluruh pihak,” kata Bupati Irwan.

Verifikasi lapangan ini menjadi bagian dari tahapan penilaian STBM Award 2026. Tim Kemenkes bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur turun langsung ke sejumlah lokasi di Kecamatan Malili dan Kecamatan Nuha untuk melihat penerapan STBM di masyarakat.

Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler turut mendampingi tim dalam proses verifikasi. Pendampingan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai praktik sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan lingkungan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga sanitasi di wilayahnya.

Wabup Puspawati mengatakan, verifikasi lapangan bukan semata-mata tentang hasil penilaian, tetapi menjadi momentum untuk memastikan penerapan STBM terus berjalan dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

“Keberhasilan STBM membutuhkan kerja bersama. Karena itu, apa yang sudah kita lakukan harus terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan kualitas lingkungan masyarakat,” terang Wabup Puspawati.

Sementara itu, Tim Kemenkes RI, Lucky Aris Suryono, mengapresiasi kesiapan Luwu Timur dalam menghadapi tahapan verifikasi tersebut.

Ia menyampaikan bahwa berbagai hal yang ditemukan di lapangan menunjukkan pelaksanaan STBM di Luwu Timur berjalan berdasarkan regulasi dan tidak dibuat khusus hanya untuk kepentingan penilaian.

“Ini kesiapan yang luar biasa. Di tingkat kabupaten sudah cukup baik. Kami bersama tim melihat bahwa apa yang dilakukan sudah berjalan berdasarkan regulasi,” ungkapnya.

Menurut Lucky, tahapan verifikasi juga menjadi kesempatan untuk memvalidasi berbagai inovasi yang telah dilakukan Luwu Timur, termasuk potensi pengembangan kewirausahaan yang berkaitan dengan sanitasi.

Ia menambahkan, ke depan sinergi antarpihak masih perlu terus diperkuat agar berbagai inovasi tersebut dapat dikembangkan dan mendukung penerapan sanitasi yang lebih berkelanjutan di masyarakat. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *