Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menyampaikan pentingnya peran para istri Kepala Desa yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK untuk aktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan di masing-masing desa.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas TP PKK Desa se-Kabupaten Luwu Timur dalam Pembangunan Daerah dan Ketahanan Keluarga yang berlangsung di Hotel MaxOne Makassar, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Cerdas, Keluarga Sejahtera : Membangun Ketahanan Ekonomi dari Rumah” yang diselenggarakan oleh PT Pioner Ide Nusantara bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur ini diikuti oleh 125 peserta yang merupakan Ketua Tim Penggerak PKK Desa se-Kabupaten Luwu Timur dan berlangsung selama empat hari.
Turut hadir Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Luwu Timur dr. Ani Nurbani Irwan, para fasilitator, Kepala Desa, TP PKK Kabupaten Luwu Timur dan para peserta bimtek.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengapresiasi pelaksanaan bimtek yang dinilai lebih interaktif dibandingkan dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya karena melibatkan peserta secara aktif.
“Saya melihat kegiatan yang dilaksanakan PKK kali ini, itu sedikit berbeda dengan kegiatan yang kita lakukan sebelum-sebelumnya. Peserta lebih aktif berinteraksi dengan fasilitator, tidak ada yang pasif. Olehnya itu, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan ini,” ujarnya.
Irwan juga menegaskan bahwa, PKK merupakan agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan desa.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah berawal dari keberhasilan pembangunan di tingkat desa, dan salah satu penggerak utama adalah peran perempuan, khususnya para kader PKK.
“Jika PKK ini betul-betul aktif di desa masing-masing, saya yakin tidak ada masyarakat yang luput dari perhatian. Keberhasilan daerah itu dimulai dari keberhasilan desa. Dan penggerak perubahan di desa adalah ibu-ibu semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa keberhasilan program-program pemerintah sangat bergantung pada keterlibatan aktif para istri kepala desa dan kader PKK dalam mendampingi masyarakat.
“Sehebat apa pun kepala desa atau bupati, tanpa dukungan ibu-ibu, sulit mewujudkan perubahan yang kita harapkan. Karena itu, saya minta ibu-ibu mengidentifikasi warga yang masih mengalami kesulitan di desa masing-masing agar program pemerintah bisa berjalan dan tepat sasaran,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Irwan berharap seluruh materi dan pengetahuan yang diperoleh selama bimtek tidak berhenti sebagai teori, melainkan segera diterapkan di desa masing-masing.
“Saya berharap setelah pulang dari sini, ibu-ibu bisa berdiskusi dengan kepala desa dan menerapkan materi yang telah diperoleh. Apa yang didapatkan selama bimtek ini harus memberikan kemajuan bagi desa dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” pungkas Bupati. (nor/ikp-humas/kominfo-sp)







