Pemkab Lutim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bagi Siswa Penyandang Disabilitas

oleh -187 views

Lutim, warta.luwutimurkab.go.id – Kepedulian terhadap penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Pemkab Lutim memastikan kelompok rentan, termasuk peserta didik penyandang disabilitas, mendapat pengetahuan dan pendampingan yang sesuai agar mampu menghadapi situasi darurat dengan lebih aman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui simulasi kebencanaan bagi orang tua dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) La Ketu, Malili, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Luwu Timur, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten melalui BPBD dan PMI Kabupaten Luwu Timur, berkolaborasi dengan Yayasan Save the Children Indonesia dan Yayasan Celosia Marennu Indonesia.

Simulasi tidak hanya memberikan pemahaman umum mengenai kebencanaan, tetapi juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan potensi risiko bencana, pertolongan pertama, prosedur evakuasi yang aman, hingga praktik penyelamatan saat terjadi kondisi darurat.

Analis Kebencanaan BPBD Luwu Timur, Bannawati menjelaskan, edukasi ini penting agar anak-anak dapat mengenali situasi darurat dan sebisa mungkin melakukan perlindungan diri secara mandiri.

“Misalnya saat terjadi gempa, anak-anak diajarkan untuk berlindung di bawah meja. Ketika sirine berbunyi, mereka tahu bahwa itu tanda untuk segera melakukan perlindungan diri,” ujar Bannawati.

Menurutnya, karena sebagian anak masih membutuhkan pendampingan saat evakuasi, pemahaman ini perlu terus dilatih bersama guru dan orang tua. Dengan begitu, kerentanan anak dapat dikurangi dan mereka tidak terlalu panik ketika bencana terjadi.

Sementara itu, Fasilitator Lapangan Yayasan Celosia Marennu Indonesia, Almi Fadhilah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan agar siswa, guru, dan orang tua memahami mitigasi bencana dan mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat.

“Kami berharap edukasi seperti ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di Luwu Timur, sehingga semakin banyak anak yang memiliki pengetahuan dasar untuk melindungi diri saat bencana,” jelas Almi Fadhillah. (asn/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *