Wabup Puspawati Dorong STBM Jadi Budaya Hidup Bersih di Tengah Masyarakat

oleh -115 views

Lutim,warta.luwutimurkab.go.id – Menjelang pelaksanaan verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2026 oleh Tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mematangkan berbagai persiapan.

Pemantapan tersebut dibahas dalam rapat persiapan verifikasi STBM Award 2026 yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur, bertempat di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Kamis (24/09/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Kementerian Kesehatan Nomor: KL.01.04/C.VI/2323/2026 tentang Verifikasi Lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2026.

Rapat dipimpin Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, dan dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Alimuddin Bachtiar, jajaran OPD terkait, para camat, kepala puskesmas, kepala sekolah, serta kepala desa yang menjadi bagian dari persiapan verifikasi.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler menekankan bahwa STBM bukan sekadar persiapan menghadapi penilaian, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun perilaku hidup bersih dan sehat yang harus terus diterapkan di tengah masyarakat.

Ia menilai, keberhasilan program sanitasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah desa, satuan pendidikan, fasilitas kesehatan, serta masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita menghadapi verifikasi, tetapi bagaimana kebiasaan hidup bersih dan sehat ini benar-benar menjadi budaya di masyarakat,” ujarnya.

Puspawati juga meminta seluruh pihak terkait untuk memastikan berbagai indikator STBM di wilayah masing-masing telah dipersiapkan dengan baik, sekaligus melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Luwu Timur, Alimuddin Bachtiar, mengingatkan agar persiapan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada hal-hal sederhana yang menjadi bagian dari penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, termasuk memastikan prosedur penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan dengan baik.

“Untuk penerima MBG, makanan jangan diletakkan di lantai, tetapi di atas meja. Hal-hal sederhana seperti ini juga perlu menjadi perhatian bersama,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat didorong untuk mengelola sampah organik menjadi kompos sebagai salah satu upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Alimuddin juga meminta pemerintah desa dan seluruh pihak terkait memperkuat sosialisasi STBM, antara lain dengan memasang umbul-umbul dan spanduk STBM di pagar depan kantor desa sebagai bentuk dukungan sekaligus edukasi kepada masyarakat.

Pembinaan terhadap rumah tangga juga perlu terus dilakukan agar praktik sanitasi yang baik tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.

“Yang kita harapkan adalah perubahan perilaku. Karena itu, pembinaan ke rumah tangga harus terus berjalan dan dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Melalui rapat pemantapan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, sekolah, serta masyarakat dapat bergerak bersama memastikan kesiapan menghadapi verifikasi lapangan STBM Award 2026.

Lebih dari sekadar penghargaan, STBM diharapkan menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur. (bkr/ikp-humas/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *